Rosid Bloger

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Multimedia Interaktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Multimedia Interaktif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

0 Panel Actions

Panel actions adalah panel yang digunakan untuk menulis actionscript. Untuk memunculkan panel actions ini dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Melalui menu bar Window>Actions
2. Menekan F9 pada keyboard
actions_pnl

1. Filters items shown in the Action toolbox : Digunakan untuk memilih type actionscript
2. Actions toolbox : kumpulan actionscript yang sudah diatur letaknya menurut kategorinya.
3. Script navigator : digunakan untuk menampilkan daftar hirarki frame, movie clips, dan button yang terdapat actionscript didalamnya.
4. Script pane : tempat actionscript ditulis.
5. Add a new item to the script : digunakan untuk menambah actionscript di script pane.
6. Find : digunakan untuk mencari kata atau kalimat di dalam actionscript.
7. Insert a target path : digunakan untuk mencari dan memasukkan target di script pane.
8. Check syntax : digunakan untuk mencari tahu apakah script yang ditulis sudah benar.
9. Auto format : digunakan untuk membuat script yang ditulis tersusun rapi.
10. Show code hint : digunakan untuk menampilkan script apa saja yang dapat ditulis selanjutnya.
11. Debug options : digunakan untuk memunculkan lingkaran merah di sebalah kiri baris script dan juga untuk menghilangkannya.
12. Script assist : digunakan untuk membantu anda dalam penulisan script.
13. Help : digunakan untuk menampilkan panel help.
ApakahTutor ini Bermanfaat :

0 TimeLine

Timeline digunakan untuk frame, layer dan durasi animasi. Untuk memunculkan timeline anda dapat melakukannya melalui 3 cara yaitu :
1. Menekan tombol timeline di bawah menu bar
2. Melalui menubar Window>Timeline
3. Menekan tombol Ctrl+Alt+T pada keyboard
Secara default panel timeline sudah muncul tetapi apabila belum muncul lakukan salah satu dari 3 hal di atas.
no-tampilan
Klik pada gambar untuk memperbesar
1. Tombol Timeline : tombol yang digunakan untuk memunculkan dan menghilangkan panel timeline.
2. Tombol back : tombol yang digunakan untuk kembali ke scene.
3. Tombol scene : fungsinya sama dengan tombol back.
4. Tombol Edit Scenes : tombol yang digunakan untuk mengedit scene.
5. Tombol Edit Symbols : tombol yang digunakan untuk mengedit symbol.
6. Zoom : digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan stage.
7. Show/Hide All Layers : tombol yang digunakan untuk menyimpan dan menghilangkan tampilan seluruh objek di stage.
8. Lock/Unlock All Layers : tombol yang digunakan agar seluruh objek di stage dapat diubah/diedit atau tidak.
9. Show All Layers as Outlines : tombol yang digunakan agar seluruh objek di stage tampil dalam bentuk garis saja atau tidak.
10.  Timeline header : digunakan untuk menampilkan jumlah frame.
11. Playhead : digunakan untuk menunjukan di frame berapakah anda berada.
12. Insert Layer : digunakan untuk memasukkan layer baru.
13. Add Motion Guide : digunakan untuk memasukan layer motion.
14. Insert Layer Folder : digunakan untuk memasukan folder.
15. Delete Layer : digunakan untuk menghapus layer.
16. Center Frame : digunakan untuk membuat playhead berada di tengah-tengah frame.
17. Onion Skin : digunakan untuk menampilkan objek pada frame sebelumnya maupun sesudahnya dengan warna transparan.
18. Onion Skin Outlines : digunakan untuk menampilkan objek pada frame sebelumnya maupun sesudahnya dengan garis luarnya saja.
19. Edit Multiple Frames : digunakan untuk menampilkan dan mengedit objek pada frame sebelumnya maupun sesudahnya.
20. Modify Onion Markers : digunakan untuk mengatur onion marker.
21. Current Frame : digunakan untuk menunjukan di frame mana anda berada.
22. Frame Rate : digunakan untuk menunjukan frame rate.
23. Elapsed Time : digunakan untuk menunjukan berapa lama animasi pada frame dimainkan.
no-tampilan2
Klik pada gambar untuk memperbesar
1. Blank Keyframe
2. Keyframe
3. Motion Frame
4. Folder Layer
5. Layer
6. Mask Frame
7. Guide Frame
Semoga Artikel ini Bermanfaat :

0 swapDepth

swapDepth digunakan untuk menukar kedalaman suatu objek dengan objek yang lain. swapDepth sering digunakan pada pembuatan game berjenis drag & drop puzzle. Penulisannya :
objek1.swapDepths(objek2);
objek1.swapDepths(kedalaman);
objek1 : objek yang akan menukar kedalamannya
objek2 : objek yang ditukar kedalamannya
kedalaman : level kedalaman suatu objek semakin positif nilainya semakin teratas letak objek tersebut.
Berikut contoh penggunaannya :
1. Buatlah 2 buah lingkaran dengan warna hijau dan biru lalu jadikan masing-masing lingkaran menjadi movieclip.
2.Seleksi lingkaran pertama dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan lingkaran1 di instance name. Seleksi lingkaran kedua dan masukkan lingkaran 2 di kotak instance name pada panel properties.

3. Tempatkan masing masing movieclip seperti gambar dibawah ini
swapdepth-picture
Posisi 2 buah objek
4. Seleksi movie clip lingkaran1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut. :
1
2
3
4
onClipEvent (enterFrame) {
 //ubah posisi movieclip ini berada dipaling atas
 this.swapDepths(1);
}
5. Test movie dengan menekan CTRL+ENTER.
lingkaran1 berada dipaling atas
6. Untuk lebih jelasnya, hapus actionscript yang ditulis tadi, Klik Frame 1 dan tekan F9, lalu berikan actionscript berikut :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
waktu = 0;
onEnterFrame = function () {
 //nilai waktu ditambah 1 secara terus menerus
 waktu++;
 //jika nilai waktu kurang dari 40
 if (waktu<40) {
  //movieclip berinstance name lingkaran1 berada dipaling atas
  lingkaran1.swapDepths(1);
 }
 //jika nilai waktu lebih dari 40
 if (waktu>40) {
  //movieclip berinstance name lingkaran2 berada dipaling atas
  lingkaran2.swapDepths(1);
 }
 //jika nilai waktu lebih dari 80
 if (waktu>80) {
  //nilai waktu diubah kembali menjadi 0
  waktu = 0;
 }
};
7. Test movie dengan menekan CTRL+ENTER.
Lingkaran akan berada diposisi paling atas jika menggunakan swapDepths(1)
Sourcenya dapat didownload disini
Sumber : Warung Flash

0 Toolbox

Berisi kumpulan tool yang memiliki beragam fungsi. Apabila panel ini belum muncul anda dapat melakukan salah satu dari 2 cara di bawah ini:
1. Melalui menu bar Window>Tools
2. Menekan Ctrl+F2 pada keyboard.
toolbox
Tampilan pada toolbox
1. Selection Tool digunakan untuk memilih dan menyeleksi objek. Tekan tombol V pada keyboard untuk mengaktifkannya.
2. Subselection Tool fungsinya hampir sama dengan selection tool tapi lebih detail. Tekan tombol A pada keyboard untuk mengaktifkannya
3. Free Transform Tool digunakan untuk mengubah ukuran dan rotasi objek. Tekan tombol Q pada keyboard untuk mengaktifkannya.
4. Gradient Transform Tool digunakan untuk mengubah ukuran dan rotasi warna/fill. Tekan tombol F pada keyboard untuk mengaktifkannya.
5. Line Tool digunakan untuk membuat garis. Tekan tombol N pada keyboard untuk mengaktifkannya.
6. Lasso Tool digunakan untuk untuk menyeleksi objek. Tekan tombol L pada keyboard untuk mengaktifkannya.
7. Pen Tool digunakan untuk membuat garis dengan titik-titik bantu. Tekan tombol P pada keyboard untuk mengaktifkannya.
8. Text Tool digunakan untuk membuat static, dynamic, dan input text. Tekan tombol T pada keyboard untuk mengaktifkannya.
9. Oval Tool digunakan untuk membuat objek berbentuk lingkaran. Tekan tombol O pada keyboard untuk mengaktifkannya.
10. Rectangle Tool digunakan untuk membuat objek berbentuk persegi. Tekan tombol R pada keyboard untuk mengaktifkannya.
11. Polystar Tool tombol ini muncul jika anda klik dan tahan tombol Rectangle Tool dan pilih polystar Tool. Digunakan untuk membuat objek berbentuk persegi dengan jumlah segi yang sudah ditentukan.
12. Pencil Tool digunakan untuk membuat garis. Tekan tombol Y pada keyboard untuk mengaktifkannya.
13. Brush Tool digunakan untuk menggambar shape dengan kuas yang sudah ditentukan. Tekan tombol B pada keyboard untuk mengaktifkannya. 
14. Ink Bottle Tool digunakan untuk mewarnai dan merubah warna garis. Tekan tombol S pada keyboard untuk mengaktifkannya.
15. Paint Bucket Tool digunakan untuk mewarnai dan merubah warna shape objek. Tekan tombol V pada keyboard untuk mengaktifkannya. Tekan tombol K pada keyboard untuk mengaktifkannya.
16. Eyedropper Tool digunakan untuk mengambil contoh warna. Tekan tombol I pada keyboard untuk mengaktifkannya.
17. Eraser Tool digunakan untuk menghapus objek. Tekan tombol E pada keyboard untuk mengaktifkannya.
18. Hand Tool digunakan untuk menggeser tampilan stage. Tekan tombol H pada keyboard untuk mengaktifkannya.
19. Zoom Tool digunakan untuk memperbesar dan memperkecil tampilan stage. Tekan tombol M atau Z pada keyboard untuk mengaktifkannya. 
20. Stroke Color digunakan untuk memilih warna garis.
21. Fill Color digunakan untuk memilih warna shape objek.
22. Black & White digunakan untuk membuat warna hitam pada Stoke Color dan warna putih pada Fill Color. 
23. No Color digunakan untuk menghilangkan warna pada Stroke atau Fill Color.
24. Swap Color digunakan untuk menukar warna antara Stroke Color dan Fill Color.

0 Menu Bar

Menu bar berisi kumpulan menu yang memiliki beragam fungsi. Letaknya berada di bar judul. Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya :
menubar
Gambar dan letak menu bar
1. File : berisi kumpulan menu yang berhubungan pada dokumen flash anda. Misalnya menu save untuk menyimpan dokumen flash anda.
2. Edit : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan objek di stage. Misalnya menu select all yang digunakan menyeleksi seluruh objek di stage
3. View : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan tampilan di stage. Misalnya menu zoom in yang digunakan untuk memperbesar tampilan stage
4. Insert : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan timeline, symbol serta scene. Misalnya menu scene digunakan untuk menambahkan scene pada dokumen flash anda
5. Modify : berisi kumpulan menu yang digunakan untuk mengedit objek di stage. Misalnya menu convert to symbol yang digunakan untuk membuat objek menjadi symbol
6. Text : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan huruf. Misalnya menu font yang digunakan untuk memilih jenis huruf.
7. Commands : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan flash javascript. Misalnya menu run command yang digunakan untuk menjalankan flash javascript.
8. Control : berisi kumpulan menu yang digunakan untuk melihat hasil animasi/objek yang anda buat. Misalnya menu play yang digunakan untuk menjalankan animasi di timeline.
9. Window : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan panel-panel di flash. Misalnya menu actions yang digunakan untuk menampilkan panel actions.
10. Help : berisi kumpulan menu yang berhubungan dengan tutorial dan cara menggunakan flash. Misalnya menu flash help yang digunakan untuk menampilkan panel berisi tutorial dan cara menggunakan flash.

0 Stage

Stage merupakan tempat halaman kerja di flash. Seluruh objek yang kita buat berada di stage ini. Stage terdiri dari 2 bagian yaitu bagian dalam dan bagian luar. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya :
stag
Gambar Stage
Objek-objek yang dibuat di luar stage tidak akan muncul di swf. Hanya objek-objek di dalam swf saja yang muncul dengan catatan pada menu View, Show All harus diaktifkan. Selanjutnya pastikan anda tidak menyeleksi satu objek pun di stage lalu tekan Ctrl+F3. Maka akan muncul panel properties seperti gambar di bawah ini :
prop-stag
Gambar panel properties
1. Background : digunakan untuk memilih warna pada stage. Secara default warnanya adalah putih. Warna yang digunakan pada stage hanya warna solid (satu warna). Jika anda ingin membuat warna radial pada stage misalnya, anda harus membuat sebuah persegi panjang berwarna radial dengan panjang dan lebar yang sama dengan stage.
2. Frame rate : digunakan untuk mengatur kecepatan memainkan frame dalam 1 detik. Misalnya anda mengisikan 20 fps, berarti dalam waktu 1 detik 20 frame akan dimainkan. Semakin besar nilainya semakin cepat dan halus hasil animasi yang dibuat.
3. Size : digunakan untuk mengatur stage. Tekan tombol di sebelah tulisan size maka akan muncul gambar seperti di bawah ini :
documt-prop
Gambar  Document Properties
1. Title : judul pada document flash anda
2. Description : deskripsi tentang document flash anda
3. Dimensions : digunakan untuk mengatur width (panjang) dan height (lebar) stage
4. Match :
Printer      : menyamakan ukuran stage dengan ukuran kertas printer
Contents : memperbesar atau memperkecil ukuran stage sesuai letak dan ukuran konten
Default    : menyamakan ukuran stage sama dengan ukuran default
5. Background color : sama dengan penjelasan pada background di atas
6. Frame rate : sama dengan penjelasan pada frame rate di atas
7. Ruler units : satuan ukuran yang digunakan pada panjang dan lebar. Terdapat 6 macam yaitu : Inches, Inches (decimal), Points, Centimeters, Milimeters, Pixels. Sebaiknya anda menjadikan Pixels sebagai default karena pada tutorial-tutorial yang ada di sini menggunakan pixels.
8. Make Default : tombol yang digunakan untuk menyimpan perubahan yang dilakukan di panel Document Propvrties ini dan menjadikannya settingan default.
Semoga artikel ini bermanfaat :
Sumber : http://warungflash.com/
Panel yang digunakan untuk mengubah dan membuat warna untuk stroke color dan fill color. Stroke color digunakan untuk mewarnai garis sedangkan fill color digunakan untuk mewarnai objek berbentuk shape. Untuk membuka panel ini anda dapat membukanya melalui 2 cara yaitu :
1. Melalui menu bar Window>Color Mixer
windmn-colormix
Pilih menu Color Mixer
2. Menekan tombol Shift+F9 pada keyboard.
Pilih salah satu cara di atas, maka akan muncul panel berikut ini :
cm
Panel Color Mixer
1. Type : terdapat 5 macam type warna yang dapat digunakan :
None : Tidak ada warna.
Solid : Satu warna.
solid
Contoh warna solid
Linear : Warna yang terdiri dari 2 warna atau lebih yang membentuk garis lurus.
linear
Contoh warna linear
Radial : warna yang terdiri dari 2 warna atau lebih yang membentuk lingkaran .
radial
Contoh warna radial


Contoh warna bitmap
2. Overflow : Muncul jika anda memilih warna bertype linear atau radial. Digunakan untuk untuk mengaplikasikan warna linear/radial pada fill maupun stroke color. Terdapat 3 macam jenis :
Extend : menampilkan warna linear/radial dari awal sampai akhir.
linear1
Contoh warna linear extend
Reflect : menampilkan refleksi dari warna linear/radial jika warna sudah habis.
linear2
Contoh warna linear reflect
Repeat : mengulang warna linear/radial jika warna sudah habis.
linear3
Contoh warna linear repeat
3. Linear RGB : membuat SVG-compliant (Scalable Vector Graphics) pada warna linear/radial.
nolinearrgb
Contoh warna linear dengan tidak memakai Linear RGB
linearrgb
Contoh warna linear dengan memakai Linear RGB
4. RGB : digunakan untuk mengatur tingkat intensitas warna R (red/merah), G (green/hijau), B (blue/biru).
5. Alpha : digunakan untuk mengatur tingkat transparansi.
6. Color picker : digunakan untuk memilih warna secara visual. Drag kursor berbentuk plus untuk mencari warnanya.
7. Hexadecimal value : menampilkan nilai hexadecimal dari warna yang anda gunakan. Anda juga dapat mencari warna dengan memasukan nilai dari hexadecimal warna yang anda inginkan.
8. Current color swatch : digunakan untuk menampilkan warna yang anda pilih.
Semoga Artikel ini Bermanfaat :

0 Panel Library


Panel Library merupakan panel yang digunakan untuk menampilkan objek-objek yang dibuat di flash. Objek-objek tersebut berupa movie clip, button, graphic. Sound dan video yang diimport juga masuk dalam panel Library ini. Bisa juga dikatakan objek tidak akan masuk ke dalam panel library ini jika belum dijadikan symbol atau diimport ke dalam panel library. Apabila panel library belum muncul, anda bisa memunculkannya dengan cara:
1. Melalui menu bar Window>Library
m2
Pilih menu seperti gambar di atas
2. Menekan tombol Ctrl+L pada keyboard.
pl
Panel Library
Panel Library ini akan sering digunakan. Jadi sebisa mungkin panel library ini harus dimunculkan.
Semoga Artikel ini bermanfaat :

0 Tampilan awal Flash

Pada setiap versi, Macromedia/Adobe Flash memiliki tampilan yang berbeda-beda. Perbedaan itu disebabkan juga pada penambahan fiturnya. Namun dari perbedaan tersebut sebenarnya ada yang fungsinya sama. Tampilan yang akan di bahas pada tutorial kali ini adalah tampilan pada Macromedia Flash 8. Untuk memulainya, pertama bukalah terlebih dahulu Macromedia Flash 8 maka akan tampil seperti gambar di bawah ini :
tampilan1
Klik pada gambar untuk memperbesar gambar
Perhatikan pada kotak dialog di tengah-tengah:
1. Open a Recent Item : membuka file berekstensi .fla yang terakhir anda buka di flash.
2. Create New : membuat file flash baru. Terdapat 7 pilihan tapi pada seluruh tutorial di sini menggunakan Flash Document.
3. Create from template : membuat file flash baru dengan template yang sudah disediakan.
Selanjutnya klik pada Flash Document.
flash-docu
Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini :

tampilan2
Klik pada gambar untuk memperbesar gambar
1. Menu Bar : kumpulan perintah-perintah operasi pada flash.
2. Toolbox : kumpulan tool yang memiliki fungsi-fungsi yang berbeda pada setiap toolnya. Klik di sini untuk lebih lengkapnya
3. Timeline : digunakan untuk mengatur frame, layer dan durasi animasi.
4. Stage : halaman kerja pada flash.
5. Library : panel yang digunakan untuk menampilkan objek-objek yang dibuat.
6. Properties : panel yang digunakan untuk menampilkan informasi
7. Color Mixer : panel yang digunakan untuk memilih warna.
8. Align & Info & Transform : panel yang digunakan untuk mengubah ukuran dan mengatur letak objek.
Apakah tutorial di atas menarik atau bermanfaat bagi anda?

Senin, 29 Oktober 2012

0 Alternative penyimpanan file swf untuk blog uploadfile swf

Untuk blogger yang ingin memasukan file SWF di blog tentunya harus menggunkan fasilitas dari pihak kedua yang sanggup menyimpan dan menampilkan file SWF di blog. Blogger sendiri belum menyediakan fasilitas penyimpanan file berekstensi SWF ini. Tapi bukan berarti tidak ada situs yang menyediakn tempat penyimpanan file SWF.

Ada beberapa situs yang menyediakan tempat untuk penyimpanan file SWF yang bisa kita ambil source codenya dan di pasang di blog. Untuk kali ini saya coba memberikan upload file swf dengan di

0 Action Script In Flash 8

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai ActionScript, terlebih dahulu kita harus mengetahui arti dari ActionScript tersebut. ActionScript adalah bahasa pemograman yang digunakan didalam program flash yang berfungsi untuk memberikan perintah didalam animasi flash.

Untuk memahami ActionScript tidaklah susah seperti memahami bahasa pemograman lainnya, dengan memahami prinsip penggunaan ActionSript yang biasa digunakan,maka kita sudah dapat memmanfaatkan nya untuk berbagai keperluan.

untuk membuka panel ActionScript atau ingin memasukan Script caranya dengan mengklik Window > Action atau juga bisa dengan menekan tombol F9 pada keyword.

0 Menggambar segitiga

Setelah kita mengatur area stage, maka kita sudah bisa melakukan kerja di area flash. Untuk tahap awal kita belajar yang mudah dulu yaitu menggambar bentuk sederhana seperti segitiga, segiempat, lingkaran dan polygon. Oke, kita mulai satu persatu.
Menggambar segitiga

Untuk menggambar segitiga kita dapat menggunakan line tool. Sebagai contoh, kita akan menggambar objek segitiga dengan line tool lalu diberi fill warna hijau. Langkah-langkahnya :
  1. Klik line tool pada toolbox
  2. Klik di area stage, lalu drag untuk menarik garis lurus yang pertama

0 Cara Mudah belajar Flash 8

Menggambar sketsa dengan Pencil Tool
Pencil Tool digunakan untuk menggambar bebas (freehand). Kita dapat menggambar sketsa gambar dengan cepat dan mudah karena prinsipnya hampir sama seperti menggambar dengan pensil. Sebagai contoh, kali ini anda akan coba menggunakan Pencil Tool untuk menggambar sketsa bunga. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Klik Pencil Tool pada Toolbox

Senin, 22 Oktober 2012

0 memasang banner flash

SAYA sekarang akan berbagi tips cara memasang banner flash di blog. Memasang banner flash sebenar sangat mudah asalkan kita tahu kode atau script yang diperlukan untuk memasang banner flash.
Berikut cara memasang banner flash di blog:
1. pertama-tama anda harus memiliki banner flash, cara membuatnya sebenarnya sangat mudah. Sobat bisa melihat di artikel saya yang ini cara membuat banner flash.
2. login ke blog anda, lalu pilih add gadget > pilih html/script
3. copy code berikut :
  code HTMLnya : 

<center><embed pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" quality="high"  src="http://domainsobat.com/namabanner.swf" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" width="468" height="60"></embed></center>

keterangan :


     a. ganti url warna merah dengan url banner yang anda.
     b. untuk size (warna biru) sesuaikan dengan size banner anda 

4. pastekan di kotak gadget tadi lalu save,

semoga bermanfaat.
salam blogger!